SPN Lombok Tengah Datangi Dishub Soal Polemik Jukir Pasar Renteng, Begini Tanggapan Kadishub

SPN Lombok Tengah Datangi Dishub Soal Polemik Jukir Pasar Renteng, Begini Tanggapan Kadishub

Lombok Tengah, NTB - Puluhan Juru Parkir (Jukir) dipasar Renteng kabupaten Lombok Tengah bersama Serikat Pekerja Nasional (SPN) DPD Lombok Tengah mendatangi kantor Dinas Perhubungan guna mempertanyakan kejelasan polemik pemberhentian Jukir yang lama, Senin (07/06/2021).

Jeni MY ketua SPN Lombok Tengah menjelaskan kehadirannya bersama sekitar 31 orang jukir pasar renteng yang diberhentikan secara sepihak membawa 5 tuntutan untuk segera ditindak lanjuti Dinas Perhubungan mengingat adanya Jukir Baru yang sudah di rekrut untuk Pasar Renteng.

"Tuntutan kami dari SPN adalah 1. mempekerjakan kembali Jukir yang diberhentikan sepihak, 2. meminta kejelasan pelaksana parkiran pasar renteng, 3. meminta Dishub mengatur jadwal jukir agar terakomodir semuanya yang sudah lama maupun yang baru, 4. meminta Dishub melakukan pendataan jukir, 5. Meminta Dishub segera Meng-SK-kan Jukir yang sudah didata." jelas Jeni selesai hearing bersama Dishub.

Supardan selaku Kepala Dinas Perhubungan Lombok Tengah yang menerima kedatangan rombongan hearing merespon baik apa yang menjadi tuntutan SPN bersama Jukir tersebut.

Dalam kesempatannya, Kadishub menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada pemberhentian para Jukir yang sudah lama bekerja di pasar Renteng tersebut.

"Jadi bukan pemberhentian sebenarnya, namun mengingat bahwa bangunan pasar Renteng baru dan ditargetkan 1M PAD dari parkiran jadi dilakukan Uji Petik dulu oleh petugas Dishub selama 2 bulan untuk mengetahui seberapa pendapatan dari parkiran pasar Renteng." ungkap Kadishub menanggapi.

Terkait 5 tuntutan tersebut yang diminta segera, Supardan mengaku pada hari kamis (10/06/2021) akan mengumpulkan kembali para jukir dipasar Renteng baik yang lama maupun yang baru untuk melakukan pendataan dan segera meng-SK-kan agar bisa diatur jadwalnya.

"Hari kamis kami akan undang 31 jukir dari data SPN dan 14 Jukir dari data Forum Renteng Bersatu untuk segera mendata dan meng-SK-kan mereka agar polemik ini segera selesai." terangnya.

(Syamsul Hadi)

Lombok Tengah NTB
H. Syamsul Hadi, S.Pd

H. Syamsul Hadi, S.Pd

Previous Article

Kapolres Lombok Tengah Gelar Apel Pagi dan...

Next Article

Sebanyak 64 Lansia di Desa Ganti Divaksinasi...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Afrizal

Afrizal verified

Postingan Bulan ini: 326

Postingan Tahun ini: 921

Registered: Jan 24, 2021

Herman Djide. B

Herman Djide. B verified

Postingan Bulan ini: 236

Postingan Tahun ini: 2154

Registered: Sep 22, 2020

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi verified

Postingan Bulan ini: 233

Postingan Tahun ini: 2127

Registered: Feb 19, 2021

Agung widodo

Agung widodo

Postingan Bulan ini: 190

Postingan Tahun ini: 414

Registered: Jun 16, 2021

Profle

F.M. Ali Paser

18 Laptop SMPN 2 Panti Raib Dicuri, Sat Reskrim Polres Pasaman Ringkus Tersangka
Kadis Pendidikan Pangkep Sabrun: Semua Guru Honorer Berpeluang Jadi P3K 2021
Bayi 3 Bulan Ini Terlantar, Gara Gara Dua Ibu Saling Cakar dan Ditahan Polsek Mauk Tangerang
Ridhawati Kecewa, Pasien Sakit Disuruh  Pulang

Follow Us

Recommended Posts

Sehari 2514 Orang Divaksin di 11 Gerai Vaksin Wilkum Polres Bima Kota
Ibu Dan Anak Gadisnya Di Tangkap Karena Sabu
Dapat Tambahan 200 Ribu Dosis, Kapolda NTB Genjot Semangat Tim Vaksinator
Bantu Masyarakat Di Masa Covid-19 Korem 162/WB Gelar Bhaksos Di Kota Tua Ampenan
Hari Tani 2021, Krisis Iklim Makin Mengancam Hidup Kaum Tani